to be #sexy is a serious business.

Many people are just ordinary. Some have beautiful faces and hot bodies. Some are really smart and successful. Some rely on their humor and wit. But being sexy is to embrace your inner goddess : that is to find your joy, beauty and passion that is already within you. Are you ready to be sexy?

joy is #sexy.

Who grabs your attention? Those who are smiling. Those who are laughing freely. Those who bring joy to others while enjoying the lives they live.

beauty is #sexy.

... and it's not about having the perfect skin, bone structures, bodies or weight. Beauty is about how beautiful and how sexy you think of the world is. You are what you see in this world.

passion is #sexy.

Passion is about following your heart, about growing every day, about being useful and contributing to the community. It is to live everyday with such vigor and excitement. To be inspired to be the change one wants to see in this world.

Becoming the Joyful, Beautiful, Infinite Woman…

November 23, 2010 1 Comment by aristiwidya

It’s not easy being green,” seperti yang dikatakan oleh Kermit the Frog dari The Muppets. Bagi wanita Indonesia sama hal-nya. Tidak mudah menjadi wanita, terutama di Indonesia. Menyeimbangkan antara kehidupan pribadi, karir, keluarga kecil, keluarga besar, teman-teman, kesehatan, kecantikan dan kemudian norma-norma, stigma dan ekspektasi menjadi suatu keahlian yang harus di-master oleh wanita-wanita modern Indonesia. Belum lagi PMS yang datang setiap bulannya ;)

Our culture is still stuck in the past. Apa yang bisa kita katakan tentang budaya Indonesia ketika di tahun 2010 ini masih banyak yang menganggap sosok wanita yang ‘terpuji’ adalah mereka yang menikah, memiliki anak dan berbakti pada suami? Dimana yang ‘cantik’ (beautiful) adalah yang berkulit putih, langsing dan berambut panjang.

Life has become a cyclic battle with expectations. Dikelilingi keluarga dan society yang senantiasa menentukan bagaimana wanita sebaiknya bertindak dan berperilaku (how to be and how to behave), wanita pun mudah untuk tenggelam dalam ekspektasi – menjadikannya bingung, lelah, sinis dan apatis. Belum lagi segala macam ekspektasi yang kita berikan ke diri kita sendiri. Ekspektasi yang itu dan itu lagi.

The choice is still in our hands. Mau mengikuti apa kata orang atau apa kata hati? Berani menjadi diri sendiri atau menjadi orang yang diinginkan orang lain? Melawan arus atau mengikuti norma? Berani berpikir sebagai individu atau mendengarkan opini orang banyak? Mau bahagia atau terus mencari kebahagiaan di tempat-tempat yang salah? Apakah kita memiliki keberanian untuk menjadi the women we are meant to be?

Happiness is a choice. Sayangnya, kebanyakan orang lebih memilih menderita (misery) dibandingkan mengambil resiko untuk benar-benar bahagia. Banyak wanita masing menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain ataupun situasi-situasi tertentu, mengatakan “saya akan bahagia bila…” – belum menyadari bahwa kebahagiaan itu adalah tanggung jawab diri kita sendiri.

Women are too busy taking care of other people, when do we take care of ourselves? Begitu terjebaknya dalam peran seorang ibu, istri, kakak, manajer, teman dan lain-lain, sering kita lupa meluangkan waktu untuk diri kita sendiri – melakukan hal-hal yang bukan merupakan tanggung jawab. Sejak kapan hidup telah menjadi daftar peran dan tanggung jawab?

Becoming the joyful, beautiful and infinite women. Bagaimanapun juga, hidup sebagai wanita akan selalu dikelilingi oleh peran, tanggung jawab, ekspektasi dan stress. Pertanyaannya, bagaimana kita tetap bisa menjadi wanita yang penuh kegembiraan, menikmati hidup, menghargai berbagai pengalaman yang dialami dan terus tumbuh dari pengalaman itu sendiri? Bagaimana menjadi wanita yang mencintai dirinya sendiri dan kehidupannya, memiliki keanggunan, menjadi contoh keberanian juga kasih dan membawa perbedaan sehingga kita bisa menjadi inspirasi bagi satu sama lain?

Being a woman is a gift. Selama kita bisa menyadari potensi, kecantikan dan berbagai kekuatan dari diri kita sendiri, baik sebagai manusia maupun sebagai wanita, yang perlu kita lakukan hanya membungkus diri kita dengan pita cantik (atau mengenakan 5-inch colourful stilettos) dan present ourselves to the world. Menjadi wanita itu adalah sebuah hadiah/bakat, sehingga tugas kita hanya mengasah bakat tersebut kok.

Making the impossible possible. Tidak ada perasaan yang lebih menyenangkan daripada diremehkan, karena disitu ada kesempatan untuk rise above the expectations. Ketika wanita pun bisa mengandung dan melahirkan bayi – yang sebenarnya adalah keajaiban (miracles) – saya yakin wanita pun bisa melakukan lebih banyak keajaiban lainnya.

While people say blonds have the most fun, being a woman is so much FUN! Terutama kalau wanita sudah menyadari their power of seduction.. oops, I mean, persuasion for the better world ;) Karena wanita yang tercantik adalah wanita yang bahagia!

One Comment

  1. gaccisparlign says:
    Tuesday, January 25, 2011 at 10:34am

    Terima kasih untuk blog yang menarik

    Reply

Post a Comment

Your email is never published or shared. Required fields are marked *